IPI-Bengkulu. Melalui saluran virtual, jajaran Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia Provinsi Bengkulu mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Ikatan Pustakawan Indonesia yang diikuti oleh Pengurus pusat dan dan Pengurus Daerah seluruh Indonesia. Hadir dari perwakilan IPI Bengkulu Ketua, Sekretaris, Bendahara, Kabid Organisasi dan Keanggotaan, Kabid Diklat, Kabid Sosmas dan Bendahara. Kegiatan Rakornas sendiri dibuka oleh Ketua umum PP IPI bapak T. Samsul Bahri dan dilanjutkan dengan arahan pembina yang disampaikan oleh bapak Supriyanto Prabowo.

Sementara itu disesi dialog dan tanggapan dari pengurus Daerah, Sutriono selaku ketua IPI Bengkulu menyampaikan 3 poin penting kepada Pengurus Pusat dan seluruh peserta Rakornas : pertama, mengingat akan segera diberlakukannya nama yang baru dari Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) ke Perkumpulan Pustakawan dan Perpustakaan Indonesia (P3I), kapan kita akan mengatakan selamat tinggal IPI dan selamat datang P3I.

Kedua; Mengingat IPI adalah organisasi Profesi yang memayungi profesi pustakawan, mohon diusulkan agar dimasukkannya dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang baru nantinya ; 1). Adanya batik nasional pustakawan yang menjadi identitas nasional pustakawan dan dipakai setiap tanggal 7 sebagai hari Pustakawan, IPI sampai hari ini belum punya. 2). IPI belum punya Mars/Himne, setahu saya selama ini kalau ada acara IPI yang di pakai MARS Perpustakaan Nasional, apa IPI tidak punya MARS?,

Ketiga; IPI sebagai organisasi besar setahu saya hingga saat ini belum mampu memberanikan dan menyatakan diri bahwa setiap Pustakawan harus memiliki standar kesejahteraan sekian, mengapa ini perlu, karena kita merasa prihatin karen saat ini ada pustakawan yang dibayar kerja perbulannya hanya 300.000 (tiga ratus ribu rupaih) itupun dibayar tidak setiap bulan. Mana kepedulian IPI terhadap masalah ini.

Dan yang keempat; bahwa Kami dari IPI Bengkulu, kembali menyatakan dalam forum ini agar diberi kesempatan untuk menyelenggarakan Rakernas tahun 2023 di Provinsi Bengkulu” demikian ungkap Sutriono penuh semangat. (tri/2021)