Bertempat  di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, hari ini  Rabu, 10 November 2021 Ketua Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia  (IPI) Bengkulu Sutriono, S.IPI.,M.Pd.I menghadiri undangan  bersama kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Bengkulu H. Meri Sasdi, M.Pd  beserta jajarannya berdiskusi dengan pustakawan Kementerian Dalam Negeri  (Kemendagri)  dalam rangka kegiatan Jelajah Literasi yang dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri .

“Jelajah Literasi diadakan oleh Kementerian dalam Negeri dengan tujuan untuk mencari masukan      terkait tingkat kegemaran membaca masyarakat khususnya yang masyarakat yang berkunjung di Dinas Perpustakaan Provinsi dalam kesempatan ini adalh provinsi Bengkulu”  jelas Ilham perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri  dalam paparan diskusinya.

Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu dalam sambutan arahannya mengatakan pEMERINTAH Provinsi Bengkulu saat ini masih konsisten dalam mengembangkan satu desa satu perpustakaan sebagai tonggak dasar mencerdaskan kehidupan Bangsa, sehingga dengan hadirnya perpustakaan di masing-masing  desa/kelurahan akan tercipta masyarakat yang literat sehingga dampaknya akan dirasakan secara sosial dan ekomoni yang cerdas dan lebih sejahtera” harap Meri Sasdi berapi-api.

Sedangkan Sutriono selaku ketua IPI Bengkulu dalam kesempatan tersebut menyampaikan perlunya terobosan-terobosan untuk meningkatkan kemampuan pustakawan, karena indikator kemajuan perpustakaan adalah memajukan pustakawannya harus lebih kompeten terlebih dulu. “Jumlah pustakawan Bengkulu semuanya 83 orang, yang sudah ikut sertifikasi baru 25 orang dan yang lulus baru 14 orang, oleh karena itu diperlukan kerjasama antara lembaga pendidikan profesi, Organisiasi profesi IPI sendiri maupun lembaga pemakai yaitu perpustakaan, tiga segitiga ini harus terus bersinergi” demikian ucap Sutriono menyampaikan ditengah forum.

Adapun beberapa poin dari pertemuan Jelajah Literasi ini antara lain ; Pertama; dalam rangka meningkatkan kegemaran membaca  diperlukan perubahan mindset bahwa membaca adalah kebutuhan bukan sekedar keperluan, membaca bila perlu tapi membaca adalah satu nutrisi kebutuhan yang harus dipenuhi dalam setiap diri setiap hari. Kedua, pustakawan harus memiliki kemampuan dasar menyusun dan mengkomunikasikan apa yang menjadi ide dan gagasanya untuk memajukan perpustakaan dalam bentuk Term of Reference kegiatan yang bisa diukur serta mampu memberikan argumentasi thd gagasannya itu hingga terlaksana. Ketiga, kemampuan menuliskan gagasanya dalam bentuk “featur”  sehingga menjadi dokumen yang menarik bila perlu di bukukan.

“Terakhir, mengingat hari ini 10 November bertepatan hari Pahlawan maka jadilah pustakawan hari ini, lusa dan hari esok yang akan  selalu dikenang Literasi  kebaikannya oleh siapapun walaupun saya dan anda telah tiada nantinya” ucap Sutriono mengakhiri wawancara singkat ini.

Selamat Hari Pahlawan, Jayalah Pustakawan, Tiada hari tanpa menebarkan Literasi kebaikan.