Oleh : Sutriono*[1]

 

Berbicara tentang profesi pustakawan dan perpustakaan secara kelembagaan maka tidak lepas dari kebijakan pemerintah, dalam hal ini Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Pada pasal 1 poin 8 disebutkan bahwa Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.

Sedangkan dalam Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 09 tahun 2014 tercantum bahwa pustakawan adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak untuk melaksanakan kegiatan kepustakawanan meliputi kegiatan ilmiah dan profesional yang terdiri dari pengolahan perpustakaan, pelayanan perpustakaan, dan pengembangan sistem kepustakawanan.

Dari dua penjelasan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pustakawan adalah orang yang memiliki kompetensi baik melalui pendidikan maupun pelatihan kepustakawanan dan memiliki otoritas wewenang dan tanggung jawab untuk mengelola, melayankan dan mengembangkan perpustakaan dan kepustakawanan baik berstatus pegawai negeri maupun swasta.

Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI)  sebagai organisasi profesi keberadaannya telah mendapat pengakuan secara nasional, regional, dan internasional. Pemerintah juga sudah menetapkan pustakawan sebagai salah satu jabatan fungsional diantara 114 jabatan fungsional yang ada saat ini. Selama 48 tahun berjalan (1973-2021) IPI telah melaksanakan empat belas kali kongres, terakhir kongres ke-14 dilaksanakan di Surabaya, Jawa Timur, pada 9-12 Oktober 2018 dengan tema  “Transformasi Pustakawan dalam Mendukung Tujuan Pembangunan. Kongres IPI keempat belas ini berhasil memilih  Pengurus Pusat IPI periode 2018-2021 dengan Ketua umum Drs. H. Tengku Syamsul Bahri, M.Si yang akan berakhir pada tahun ini.

Kemudian, berdasarkan Rapat Kerja Pustakawan ke-23 tahun 2020 disepakati bahwa Kongres ke-15 akan dilaksanakan  pada tahun 2021 di Provinsi Bali untuk memilih Ketua Umum periode 2021-2024. Selain agenda pemilihan Ketua Umum, kongres juga akan membahas pertanggung jawaban pengurus, pembahasan perubahan AD/ART IPI, dan menentukan program kerja. Setiap kegiatan kongres dibarengi  dengan kegiatan Seminar Ilmiah Nasional yang membahas isu-isu strategis kepustakawanan di Indonesia. Akan tetapi mengingat situasi pandemi Covid-19 yang masih belum mereda, berdasarkan surat pemberitahuan  Pengurus Pusat IPI tertanggal 17 September 2021 Nomor : 053/1/PP-IPI/IX-2021 Kongres IPI ke-15 akan dilakukan penundaan pada tahun 2022 bertempat di Bali.

Apa Tujuan Organisasi Profesi Pustakawan Dibentuk?

Selanjutnya masih dalam UU Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan pasal  34 ayat 1-3 menjelaskan tentang pentingnya organisasi profesi pustakawan dibentuk serta tujuan dibentuknya organisasi profesi sebagaimana berikut ini  (1) Pustakawan membentuk organisasi profesi. (2) Organisasi profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi untuk memajukan dan memberi pelindungan profesi kepada pustakawan. (3) Setiap pustakawan menjadi anggota organisasi profesi.

Dari pasal ini sangat jelas bahwa organisasi profesi pustakawan dibentuk tujuannya tidak lain adalah untuk memajukan profesi pustakawan itu sendiri serta untuk melindungi profesi pustakawan. Oleh karenanya dimanapun pustakawan berada maka hendaknya bergabung dalam naungan organisasi sebagaimana amanah undang-undang dalam rangka untuk menjaga (maintenance) dan meningkatkan (improvment) keahlian dan kompetensinya dalam melakukan tugas-tugas kepustakawanan.

Sejarah Singkat Organisai Profesi Pustakawan Bengkulu

Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) secara nasional didirikan pada tanggal 7 Juli 1973 dalam Kongres Pustakawan se-Indonesia yang diadakan di Ciawi, Bogor, 5-7 Juli 1973. Kongres tersebut telah berhasil menyatukan Asosiasi Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (APADI)  dan Himpunan Pustakawan Chusus Indonesia (HPCI) dengan membentuk organisasi pustakawan yang baru, yang bernama Ikatan Pustakawan Indonesia  dengan singkatan IPI. Selanjutnya Perkumpulan Perpustakaan Daerah Istimewa Yogyakarta (PPDIY) juga turut melebur manjadi bagian IPI (Suharyanto: 2013).

Sedangkan sejarah kepengurusan Ikatan Pustakawan Indonesia Provinsi Bengkulu (berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan penulis), mulai terbentuk pada tahun 1985 atau 10 tahun setelah berdirinya Ikatan Pustakawan Indonesia secara nasional dengan periodisasi kepengurusan Ikatan Pustakawan Indonesia Bengkulu sejak tahun 1985 ketua dan sekretarisnya yaitu sebagai berikut: Dra. Hadija Bakar- Drs. Yuhardin Seman (tahun 1985-1993), Drs. Darman Suwandi-Husni Thamrin, S.Sos   (tahun 1993-1999), Drs. Indra Sofyan Salam- Dra. Nyimas Alia, SE   (tahun 1999-2008), Drs. Lamhir Sinaga- Tuti Ningsih, S.Sos    (tahun 2008-2011), tahun 2011-2014 mengalami kefakuman, akan tetapi belum terpilih pengurus yang baru, sehingga pengurus lama masih diakui dengan memberikan mandat kepada Bapak Husni Thamrin, S.Sos dan kawan-kawan (termasuk penulis sendiri) untuk membentuk panitia Musyawarah Daerah (Musda), maka dari hasil Musda tersebut terpilihlah Eko Pranoto, S.Sos dari Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Bengkulu – Isran Elnadi, M.Pd dari Universitas Bengkulu (tahun 2014-2017), selanjutnya Musda pada tahun 2017 terpilih Sutriono, S.IPI.,M.Pd.I dari IAIN Bengkulu sebagai  Ketua dan Tony Hartanto, S.Sos dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu sebagai sekretaris  untuk periode 2017-2020 dan pada MUSDA tahun 2020 forum secara mufakat untuk mendaulat pengurus lama melanjutkan untuk periode 2020-2023.

Era Baru Pustakawan Bengkulu

Kalau pada hari ini ada yang mengatakan bahwa organisasi Pustakawan Bengkulu pernah vakum ya, tapi itu dulu, akan tetapi pada hari ini pustakawan Bengkulu telah kembali bangkit, hadir bergeliat mengambil peran strategis dan bersinergi bersama stake holder utama khususnya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu dimana IPI telah memposisikan diri sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui peningkatan minat baca serta transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Adapun beberapa capaian kegiatan yang sudah dilakukan pengurus IPI Bengkulu 4 tahun terakhir diantaranya :

  1. Membangun portal web resmi IPI Bengkulu sebagai sarana publikasi dan informasi organisasi profesi Ikatan Pustakawan Indonesia Provinsi Bengkulu dengan alamat : ipibengkulu.or.id
  2. Melakukan Seminar nasional kerjasama IPI Bengkulu dengan IKADI Bengkulu dan Prodi Ilmu Perpustakaan dan Sain Informasi IAIN Curup dengan tema “Peran IPI dalam menaggulangi HOAX”
  3. Menyelenggarakan workshop “Kiat sukses menulis bagi pustakawan” kerjasama dengan DPK Provinsi Bengkulu menghadirkan pembicara General Manager Rakyat Bengkulu koran bang Marsal Abadi dan tokoh Bengkulu peduli literasi bapak Dr. Hermen Malik.
  4. Bersama Kantor Bahasa Bengkulu melakukan pembinaan dan penguatan pegiat literasi dalam mengembangkan budaya literasi di masyarakat.
  5. Menyelenggarakan Seminar Nasional virtual dengan tema “ Reorientasi peran organisasi Profesi Pustakawan” dalam rangka hari jadi IPI ke 47 tahun 2020 yang dibuka oleh Gubernur Provinsi Bengkulu.
  6. Bekerjasama dengan Pusdiklat Perpustakaan Nasional RI menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Perpustakaan Sekolah yang sebanyak 2 angkatan tahun 2018 dan 2019 dalam rangka penyediaan sumber daya perpustakaan sekolah dan berhasil mencetak 91 orang alumni.
  7. Melakukan pendampingan pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi pustakawan yang dilakukan di Pusat Perpustakaan IAIN Bengkulu tahun 2019 yang diikuti oleh 24 orang pustakawan.
  8. Melakukan pendampingan pengembangan perpustakaan umum dan sekolah baik di Kota Bengkulu maupun kabupaten kota serta pendampingan dalam rangka persiapan akrediatasi perpustakaan sekolah.
  9. Melakukan sosialisasi organisasi profesi pustakawan kepada stake holder terkait yaitu dinas perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten/Kota dalam rangka persiapan pembentukan pengurus IPI di tingkat Kabupaten/Kota.
  10. Menyelenggarakan Seminar Nasional Virtual dalam rangka Musyawarah Daerah IPI Bengkulu dengan tema “Inovasi pustakawan di era Pandemi”
  11. Melakukan gerakan IPI Bengkulu berbagi di bulan Ramadhan 1442 H sebagai wujud kepedulian sosial pustakawan Bengkulu dalam bentuk pemberian makanan ke beberapa titik panti asuhan di kota Bengkulu.
  12. Mendirikan Online Jurnal “Maco” yang saat ini masih dalam tahap persiapan pengusulan ISSN.

Selain beberapa capaian kegiatan diatas, secara organisasi IPI Bengkulu juga selalu terlibat aktif  dalam beberapa program rutin yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, baik  berupa lomba-lomba perpustakaan seperti  lomba perpustakaan desa, perpustakaan sekolah, lomba pustakawan berprestasi maupun kegiatan lainnya dalam rangka mendukung program pemerintah provinsi Bengkulu dalam mewujudkan satu desa satu perpustakaan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Gubernur Bengkulu No 30 tahun 2019.

Selanjutnya sederat nama pustakawan Bengkulu, khususnya yang bertugas di Perpustakaan Perguruan Tinggi sejak 5 tahun terakhir ini juga sudah  membawa  harum nama provinsi Bengkulu di level nasional. Sebut saja seperti Roni Rhodin, M.Hum (Pustakawan IAIN Curup),  Jurianto, S.Pd.I., M.Hum (Pustakawan IAIN Curup), Daryono, S.Sos., M.I.Kom. (Pustakawan Universitas Bengkulu), Syahril Alwi, M.Ag (Pustakawan IAIN Bengkulu) dan Meri Susanti, S.I.Pust.,MM (Pustakawan Universitas Muhammadiyah Bengkulu) yang telah berprestasi pada masanya dengan berbagai inovasi dan karyanya masing-masing sehingga mampu meraih juara harapan di tingkat Nasional.

Bahkan diawal tahun 2021 ini IPI Bengkulu telah menginisiasi adanya Bunda Literasi di level sekolah dengan tujuan agar para kepala sekolah mampu menjadikan Perpustakaan Sekolah sebagai pusat berkegiatan masyarakat sekolah dalam meningkatkan prestasi dan kreasi siswa sehingga Perpustakaan Sekolah benar-benar hidup dan dan menjadi pusat pandangan mata. Untuk pertama kalinya dalam sejarah di Bengkulu, IPI Bengkulu telah memberikan penghargaan “Bunda Literasi”  kepada  kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Bengkulu atas dedikasi, komitmen dan kepeduliannya terhadap kemajuan dan pengembangan Perpustakaan “Jati Ilmu” SMKN 1 Kota Bengkulu.

Dari beberapa capaian dan fakta di atas, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa era baru periode kebangkitan pustakawan Bengkulu hari ini telah nampak di depan mata secara riil, dengan bukti fisik maupun digital (yang banyak tersebar pada internet  atau dunia maya). Oleh karenanya sebagai pustakawan, saya ingin mengajak para pemangku kepentingan, para pegiat literasi, para pendidik, serta para akademisi marilah kita terus berbenah diri (instrospeksi), lepaskan ego pribadi untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam rangka mewujudkan masyarakat Bengkulu  cerdas dan sejahtera dengan meningkatkan kemampuan literasi masyarakat melalui perpustakaan. Teruslah berbuat, untuk esok lebih baik. Semoga  ! (Tri/2021)

 

 

[1] Pustakawan IAIN Bengkulu & Ketua IPI Bengkulu periode 2020-2023